Jumat, 31 Juli 2020

Terpental

Terpental dalam KBBI; terpelanting jauh.

Dalam versi umum; berpindah posisi dari titik sat uke titik satunya dalam jarak yang berbeda. Penyebabnya karena ada momentum yang membuat kita berpindah posisi lalu begitu saja penjelasannya, lengkapnya saya belum tau.

Saya sedang membersihkan kamar, karena sudah sumpek untuk dilihat, tetapi frekuensi aktivitasnya lebih lama bengong daripada bersih-bersihnya. Terutama saat menemui barang-barang yang harusnya saya buang, tetapi masih menumpuk rapih di dalam lemari. Akibat menemukan barang-barang itu saya jadi terpental, tetapi posisi saya tidak berpindah ke mana-mana, karena yang berpindah bukan tubuh saya, melainkan ingatan saya.

Tiket-tiket bioskop XXI saya jejerkan di depan saya. Sebagian masih jelas tertulis judul film dan lokasi bioskop, ada juga yang sudah pudar. Saya punya kebiasaan menulis di belakang tiketnya dengan siapa saya menonton film tersebut. Jadi kalo saya balik tiketnya, saya bisa terpental ke momen yang terjadi waktu itu. Mengingat-ingat setelah nonton ngapain lagi, atau sebelum nonton saya jemput di mana, izin sama orang tuanya atau ketemuan langsung di tempat. Salah satunya tiket nonton bioskop yang sudah agak pudar, tapi judul filmnya terbaca; Soekarno. Sebelum film dimulai, semua penonton disuruh berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Alhamdulillah, cuma saya dan partner yang berdiri dan menyanyikannya dengan lantang.

Beberapa surat dari zaman SMP sampai SMK saya temukan, ada surat cinta dari lawan jenis maupun sejenis dan beberapa tulisan saya di file sewaktu SMK. Baca tulisan saya tempo dulu aja bikin bengong, dibaca sampai habis terus mikir ini tulisan kenapa bisa dibuat, gamungkin ada api kalo gak ada fire-kan?

Mungkin karena sifat saya yang masih suka menumpuk barang dan menyayangkan untuk dibuang.  Maka, kamar bisa terlihat sumpek begini. Orangnya sayangan banget saya tuh, beli baju baru aja bisa 1 tahun kemudian dipakai. Hal yang gak bagus dilakuin sebenernya, soalnya jadi numpuk di lemari. Masih banyak barang lainnya yang menumpuk di kamar. Padahal sebagian sudah pernah dibuang waktu lampau tetapi, kenapa masih keliatan sumpek aja ya?

Akhirnya sudah terpilah; barang-barang yang harus dibuang agar tidak memenuhi isi kamar. Sebenarnya prinsip kamar rapih serupa sama pikiran yang jernih; singkirkan hal-hal gak penting yang bikin memungsingkan kepala, lalu tata dengan teratur apa yang perlu kita simpan. Jika ada orang yang masuk lalu meninggalkan sampah, segera buang jangan pernah tertumpuk di sana. Dan yang penting, kamar harus wangi, jangan tidak.  

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar