Senin, 01 Juni 2020

Mengungkapkan


Kenapa ya mengungkapkan itu bukan hal yang mudah? Ohiya, sebelumnya ini tulisan pertama gue dari sekian lama cuma bikin kata-kata di pesan whatsapp. Mohon doanya biar gua bisa konsisten dalam hal menulis, aamiin.

Lanjut ke topik, Kenapa sulit untuk mengungkapkan? Terutama tentang perasaan, padahal tinggal ngomong lohhh, ngomong gitu hahaha.

Perlu gua akuin, gua sendiri juga masih sulit mengungkapkan sesuatu dalam kondisi tertentu. Kaya kita tuh udah takut duluan sebelum ngomong, terutama takut dengan respon si pendengarnya sih.

Tingkat Keberanian orang-kan beda-beda ya untuk ngungkapin, butuh bukti? Salah satunya mereka yang sudah lama sahabatan tapi diem-diem menyimpan perasaan sayang, yang satu gamau ngungkapin karena takut merusak persahabatan, padahal yang satu lagi selalu bergumam. “Lu kapan pekanya sihh???” hahaha, atau adek kelas yang suka sama kaka kelas, malu buat ngungkapin karena takutnya nanti dapet respon yang buruk. Bahkan banyak juga yang baru pertama ketemu langsung ungkapin perasaan sayang, wow, ajaib sekali bukan?

Selain mengungkapkan yang berkaitan dengan hal asmara, masih banyak juga yang susah mengungkapkan dalam lingkungan keluarga. Padahal kan keluarga tempat kita berkeluh kesah ya (eh iya gak sih?) tetapi, banyak yang masih sungkan buat cerita karena takut, bahkan sangat takut sampai semuanya dipendam.

Gak bisa kita kesampingkan juga, ada yang sulit mengungkapkan itu berdampak positif. Mengurangi keributan bisa jadi contoh, lah ya, kalo ada orang jujur terus yang denger gak terima sama kejujurannya, bisa jadi timbul perselisihan. Mungkin kalian pernah ngalamain kejadian dari kalimat sebelum ini.

Balik lagi sebenernya, tujuan kita mengungkapkan perasaan ini buat apa? Bikin lega atau berharap balasan yang kita mau? Kalo tujuannya yang pertama mungkin bodoamat kali ya, yang penting lega aja gitu, persetan dengan respon. Nah, yang kedua ini bisa bikin down kalo gak sesuai, apalagi kalo ngarepnya udah ketinggian, yhaaa…

Apapun yang sedang kamu pikirin sekarang, kondisimu yang tidak sedang bagaimana, semoga kita semua punya keberanian untuk mengungkapkannya sebelum telat, sebab tidak ada yang tau 3 detik kemudian akan terjadi apa dengan diri kita, dan semua yang ada. Kita bisa mampu mengendalikan apa yang mau kita ucap, sebab mulut bisa jadi madu yang manis ataupun racun yang sangat pahit. Tetap jaga kesehatan dan selau ciptakan kebahagiaan, dadah!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar