Kenapa ya mengungkapkan itu bukan
hal yang mudah? Ohiya, sebelumnya ini tulisan pertama gue dari sekian lama cuma
bikin kata-kata di pesan whatsapp. Mohon doanya biar gua bisa konsisten
dalam hal menulis, aamiin.
Lanjut ke topik, Kenapa sulit
untuk mengungkapkan? Terutama tentang perasaan, padahal tinggal ngomong lohhh,
ngomong gitu hahaha.
Perlu gua akuin, gua sendiri juga
masih sulit mengungkapkan sesuatu dalam kondisi tertentu. Kaya kita tuh udah takut
duluan sebelum ngomong, terutama takut dengan respon si pendengarnya sih.
Tingkat Keberanian orang-kan beda-beda
ya untuk ngungkapin, butuh bukti? Salah satunya mereka yang sudah lama sahabatan
tapi diem-diem menyimpan perasaan sayang, yang satu gamau ngungkapin karena
takut merusak persahabatan, padahal yang satu lagi selalu bergumam. “Lu kapan
pekanya sihh???” hahaha, atau adek kelas yang suka sama kaka kelas, malu buat
ngungkapin karena takutnya nanti dapet respon yang buruk. Bahkan banyak juga
yang baru pertama ketemu langsung ungkapin perasaan sayang, wow, ajaib sekali
bukan?
Selain mengungkapkan yang berkaitan
dengan hal asmara, masih banyak juga yang susah mengungkapkan dalam lingkungan keluarga.
Padahal kan keluarga tempat kita berkeluh kesah ya (eh iya gak sih?) tetapi,
banyak yang masih sungkan buat cerita karena takut, bahkan sangat takut sampai semuanya
dipendam.
Gak bisa kita kesampingkan juga, ada
yang sulit mengungkapkan itu berdampak positif. Mengurangi keributan bisa jadi
contoh, lah ya, kalo ada orang jujur terus yang denger gak terima sama
kejujurannya, bisa jadi timbul perselisihan. Mungkin kalian pernah ngalamain kejadian
dari kalimat sebelum ini.
Balik lagi sebenernya, tujuan
kita mengungkapkan perasaan ini buat apa? Bikin lega atau berharap balasan yang
kita mau? Kalo tujuannya yang pertama mungkin bodoamat kali ya, yang penting
lega aja gitu, persetan dengan respon. Nah, yang kedua ini bisa bikin down
kalo gak sesuai, apalagi kalo ngarepnya udah ketinggian, yhaaa…
Apapun yang sedang kamu pikirin
sekarang, kondisimu yang tidak sedang bagaimana, semoga kita semua punya keberanian
untuk mengungkapkannya sebelum telat, sebab tidak ada yang tau 3 detik kemudian
akan terjadi apa dengan diri kita, dan semua yang ada. Kita bisa mampu
mengendalikan apa yang mau kita ucap, sebab mulut bisa jadi madu yang manis ataupun
racun yang sangat pahit. Tetap jaga kesehatan dan selau ciptakan kebahagiaan,
dadah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar